Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Hujan 131 | Jurnal Hujan -- Aku dan Segala yang Berkecamuk di Aku

Hujan 131 Hujan 15 di semester ini. 20 Oktober 2018.   Akhirnya, tulisan Jurnal Hujan semester ini. Semester ini memang seret hujan. UTS lewat dan hujan yang terhitung baru lima belas. Setelah empat belas hujan lainnya, aku memutuskan menulis--atau akhirnya mau menulis. Entah, sejauh semester ini rasanya biasa-biasa saja. Mungkin ada beberapa kejadian yang membuat aku terpuruk--stres atau sebagainya, depresi--tapi mungkin aku sedikit atau sudah lupa. Paling-paling di episode depresi lainnya hal-hal tersebut muncul. Hal seperti itu yang paling aku benci dari terpuruk. Saat memikirkan hal-hal buruk, apalagi ketika depresi, rasanya semuanya naik ke permukaan. Tiba-tiba pikiran-pikiran itu menemukan jalannya kembali dan merasukiku. Oya, FYI , saat aku mengetik ini, hari senin tanggal 22 oktober 2018, aku belum tidur. Sedari kemarin aku seperti ini. Aku memang punya masalah dengan tidur. Aku bukan morning person, orang-orang pun tahu. Kadang aku bahkan merindukan makan bubur...

-

"Bagaimana bisa aku kehilangan kalau memiliki saja belum pernah?" Tanyamu padaku. Diam-diam ada syukur yang kuucap, beruntung aku belum memilikimu, jadi aku takkan kehilanganmu . Tapi tentu saja aku tidak benar-benar bersyukur soal tidak memilikimu.

-

Lucu mengetahui bagaimana perasaan bisa berkurang sedikit demi sedikit karena tidak adanya interaksi. Tapi lebih lucu lagi mengetahui kok bisa perasaan tetap bertahan meski tidak ada interaksi.