Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Hening adalah Bising Paling Pekak

Gambar
I sat for about half an hour until I realized Alyssa had left. That was the day I learned that silence is really loud. Deafening. I think maybe my dad spent his whole life trying to avoid silence. When you have silence, it's hard to keep stuff out. It's all there. And you can't get rid of it. I use to be able to get rid of things. Banish them. But I knew, after that day, it wouldn't be so easy anymore. -James Kutipan di atas diambil dari serial The End Of The F***ing World. Beberapa waktu lalu aku dihantui perasaan bersalah. Aku membuat seseorang marah padaku. Aku sangat menyesali kejadian itu. Kejadian itu terjadi saat aku bertemu dengannya setelah sekian lama. Padahal dia adalah salah satu alasan aku bersemangat pulang ke Sukabumi. Perasaan bersalah itu benar-benar menghantuiku. Dalam keheningan, ia membuatku merutuki diri sendiri. Dan kutipan ini benar; hening adalah bising paling pekak . Semoga dia benar-benar sudah memaafkan aku. Aku memang pantas dimara...

Kesepian Memaksaku Menulis

Gambar
Aku mengatakan pada postingan  Jurnal Hujan 111  bahwa aku depresi karena kesepian berdasarkan artikel dari  Tirto.id . Dan beruntungnya aku bahwa menulis bisa dan masih menjadi salah satu pelarian aku dari merasa sepi dan depresi. Lucunya ternyata hal itu memang benar. Sebuah tulisan dari The School of Life yang berjudul The Desire To Write  menyebutkan bahwa keinginan seseorang untuk menulis muncul salah satunya karena dia merasa sendiri. Kita menulis karena tidak ada orang di sekitar yang akan mendengar. Kita mulai menyajikan ingatan dan emosi kita pada kertas dan menyebarluaskannya karena teman-teman kita tidak bisa diganggu untuk mendengarkan, karena pasangan kita sedang asyik dan karena ini begitu menyakitkan sejak terakhir orang memberi kita waktu penuh perhatian--singkatnya, karena kita sangat kesepian. (Diterjemahkan secara manual sebisa-bisanya dari artikel tersebut) Artikel tersebut juga memiliki versi videonya. Baca saja artikelnya atau tontonla...

Adsense Membuatku Serakah

Gambar
Pada akhirnya kebanyakan hal yang dilakukan tiap orang berorientasi pada uang. Salah seorang pelukis--aku lupa namanya--temannya Ugo Untoro yang pernah aku wawancarai, berkata, " Seni untuk seni berlaku pada saat pembuatan karya seni tersebut, setelahnya kita tetap harus bisa menjadi pedagang yang baik," Kira-kira begitu. Aku pun begitu. Bahkan awalnya aku memang berpikir bahwa jika aku menulis aku bisa menghasilkan uang. Makanya kemudian aku membuat blog pertamaku sewaktu kelas tujuh. Tapi aku tak pernah mengira bahwa menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan tapi melelahkan. Apalagi setelah aku bergabung menjadi wartawan di BPPM Balairung. Mencari isu, menyusun outline , membuat pertanyaan, membuat janji wawancara, mendengarkan rekaman untuk dijadikan transkrip, menulis berita, sampai editing. Semuanya melelahkan. Tapi begitulah, pada akhirnya menulis tetap menyenangkan. Dan tentu saja aku masih berpikir bisa menghasilkan uang dari menulis. Beberapa saat setelah aku m...

Ambil Jeda, Rehatlah Dulu

Gambar
Kiranya mengambil jeda dan beristirahat sejenak memang pilihan bagus dalam kehidupan yang serba cepat ini. Mendengar lagu atau mungkin menonton film atau mengobrol atau melakukan hal lain di luar kegiatan rutin yang terjadwal dan terstruktur bisa membantu mengembalikan mood dan mendinginkan pikiran yang kadung ruwet. Menonton film bagus misalnya. Setiap orang pasti pernah memiliki perasaan seperti tercerahkan setelah menonton film. Seperti yang dikatakan di film Janji Joni : "Gak sedikit dari orang-orang ini yang hidupnya berubah setelah menonton sebuah film.". Malam ini, aku baru saja menonton film Black Panther dan tetiba saja aku merasa moodku kembali membaik, menjadi cerah dan ingin menulis. Rasanya aku ingin melakukan banyak hal bagus. Ada banyak hal baik yang bisa aku lakukan. Menyelesaikan tugas, belajar lebih banyak, menulis novel, atau sekurang-kurangnya menulis ceracauan ini. Ini tentu bukan pertama kalinya perasaan seperti ini muncul. Perasaan seperti ini ...