Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Quo Vadis

Gambar
Sudah dua jam kota ini diguyur rindu entah rindu siapa saja entah untuk siapa saja tapi salah satunya rinduku; untukmu Aku duduk menggigit pulpen di atas sana Vivaldi sedang bermain  Le quattro stagioni ; di depan sana guru biologi berbicara soal persilangan: persilangan rindu, aku dengan kamu --ah, semoga kau juga merinduku Di trotoar yang basah oleh rindu ku lihat sepasang kekasih berduaan di bawah payung: berpegangan tangan saling menghangatkan Aku tersenyum melihat mereka. Kapan kita seperti itu? Sudah tiga jam kota ini diguyur rindu bukan, bukan tiga jam rupanya sudah tiga minggu kota ini diguyur rindu --mungkin ini semua rinduku; tiga minggu sejak kepergianmu ­ 28 Oktober 2016 Sumpah Pemuda (ini sedang merindu)

Sampah [Dikembangin]

Di supermarket ada diskon trash bag besar-besaran, 80% dari harga aslinya. Ketika sang pelayan ditanya kenapa ada diskon sampai 80% untuk trash bag, dijawabnya, "Ini musimnya untuk merasa sampah dan sialan. Orang-orang ingin membuang dirinya sendiri." Bahkan di depan supermarket ada Bank Sampah yang mau membayar orang yang membuang dirinya. Uangnya akan disumbangkan ke panti-panti dan korban bencana, tujuannya agar mereka yang merasa sampah bisa sedikit berguna bagi orang lain. Tapi sebagian orang lebih memilih membuang dirinya sendiri ke tempat sampah di persimpangan yang sudah menggunung karena truk sampah belum datang. Mereka juga rela ketika orang berteriak, "Dasar sampah!" kemudian diludahi. Kotak-kotak sampah yang biasanya ada tiga : organik, anorganik, B3; Kini bertambah menjadi empat. Kotak sampah yang baru ini dinamai SHIT (Sampah, Hina, Inferior, Terbuang), khusus tempat pembuangan bagi mereka yang merasa sampah. Departemen persampahan yan...

Terakhir di Bumi

Setelah sekian lama tinggal diriku sendiri, kudapati dia sekarang di hadapanku. Seorang lelaki compang-camping. Keadaannya sama denganku. Berarti tinggal kami berdua laki-laki dan manusia terakhir di bumi. Tentu canggung. Sekian lama hidup di belantara sendirian, mungkin insting rimbaku bangkit. Jika dia betina mungkin kami bisa membuat kehidupan baru. Sayangnya, dia jantan. Insting rimbaku mempertahankan teritorial bangkit. Tak lama kami bertatapan, langsung kucakar dan kutikam dia dengan batu. Dia mati. Tapi muncul lagi yang lain. Kugigit dan kukoyak lehernya hingga darah mengucur. Aku meludahkan daging lehernya dan kulihat dia mati. Tapi semakin banyak lagi yang muncul. Siapa dan dari mana sebenarnya mereka berasal? Sebelum ku bisa melawan atau bahkan bertanya, mereka bilang, “Kami adalah kamu.” *** Dari atas pohon sambil mengupas kulit pisang, seekor monyet menyaksikan manusia terakhir di bumi. Monyet itu melemparkan kulit pisang ke kepala lelaki itu....

Sampah

Di supermarket ada diskon trash bag besar-besaran, 80% dari harga aslinya. Ketika sang pelayan ditanya kenapa ada diskon sampai 80% untuk trash bag, dijawabnya, "Ini musimnya untuk merasa sampah dan sialan. Orang-orang ingin membuang dirinya sendiri." Bahkan di depan supermarket ada Bank Sampah yang mau membayar orang yang membuang dirinya. Uangnya akan disumbangkan ke panti-panti dan korban bencana, tujuannya agar mereka yang merasa sampah bisa sedikit berguna bagi orang lain.

Namaku!

Gambar
Sudah baca postingan saya sebelumnya yang judulnya Masuk Majalah? Jika belum coba rada dibaca dulu, ya. Di sini :  http://critcit01.blogspot.com/2016/09/masuk-majalah.html Jadi, kemarin setelah saya tahu cerpen saya dimuat di majalah HAI, saya langsung laporan ke editornya, kak Rizki Ramadhan (@terlalurisky). Saya juga sekalian laporan kalau nama saya salah. Dan kak Rizki langsung meminta maaf berkali-kali. Yaa, bagaimanapun saya tentu harus memaafkan, karena saya sedang bahagia cerpen saya pertama kalinya dimuat. Tadi siang, kak Rizki chat saya di Line, Saya buka link tersebut dan ternyata kak Rizki memperbaiki nama saya di situ, haha. Terimakasih banyak, kak. Ada hal berharga yang saya dapat dari typo tersebut, yaitu : Ternyata dengan salah ketik nama, cerpenmu bisa dimuat di majalah sekaligus web majalahnya, dan tentunya hal itu membuat kamu lebih terkenal. Hahaha, saya bahagia.

Masuk Majalah

Gambar
HAI Magazine Edisi 37 tahun 2016 Hari itu tanggal 29 Agustus kalau tidak salah, saya mendapat info dari teman saya, Indri. Dia memberi info pada saya mengenai HAI ARTLIT--Itu yang tertulis di situsnya. Jadi, ini soal HAI Magazine yang akan membuat edisi khusus yang isinya karya-karya dari anak SMA.

Dua Bait Rahasia

Gambar
Fotonya blur, kamera hape saya kurang hebat. "Menurut Haruki Murakami dalam hal "Apakah menulis itu merupakan bakat atau bukan?", Haruki Murakami membaginya ke dalam dua bagian : 1. Berbakat, yang dianalogikan sebagai pemilik sumur; 2. Tidak berbakat, yang dianalogikan sebagai penggali sumur." Ucap kang Luthfi dalam sesi diskusi.  "Dan Haruki menempatkan dirinya sebagai penggali sumur dan itu lebih menguntungkan. Karena orang berbakat (yang memiliki sumur), dia punya sumur dan airnya sendiri dan saat air itu habis, selesai. Sedangkan seorang penggali sumur, meski dia harus bekerja lebih keras, jika sumur yang dia gali kehabisan air dia bisa mencari tanah baru dan menggalinya lagi," lanjutnya.

Di Bawah Pucuk Cemara

Gambar
1 Di bawah pucuk cemara september sudah terlalu basah untuk membuai dalam rindu 2 Kau bilang hujan sudah terlalu hujan di september ini, "Ingat saat kita bersisian di bulan september?" 3 Pada pucuk pohon basah september sudah terlalu hujan untuk berbisik soal rindu.

Jarak

Gambar
Nyatanya, Sukabumi-New York tak pernah terlihat sedekat di peta. Begitu juga kita: sedekat merangkak, tapi sejauh berkuda.

Berjalan Lebih Jauh*

Gambar
: Indri       Bangun,        Sebab pagi terlalu berharga        Tuk kita lewati      Dengan tertidur   Malamnya, aku tertidur pukul 1.20 pagi dan bangun sekitar hampir pukul tujuh pagi--mungkin sudah termasuk siang. Setelah bangun, aku langsung mencuci muka dan memilih tidak melanjutkan tidur karena teringat chat seorang teman tadi malam. Aku bertanya padanya, "Jadi gak?"

Aku, di Atap Hatimu

Gambar
Aku ingin menjadi kucing yang berdiri di atap hatimu; yang menyaksikan purnama bersinar di wajahmu.

Tentang Ide

Gambar
Foto terbaik yang bisa saya dapatkan dengan bantuan handphone milik teman. Tanggal 18 Agustus kemarin--setelah tanggal 17 dilakukan perayaan dan peringatan hari kemerdekaan RI berupa acara PERISAI--sekolahku kedatangan tamu. Siapa? Yaitu Pandji Pragiwaksono . Iya, Pandji yang stand-up itu lho! Jadi, Pandji datang ke sekolahku dalam acara Loop Kepo  yang diadakan oleh Telkomsel. Di sekolah, dia (gak pakai kata 'beliau' gak apa kali ya? Hehe) memberikan coaching clinic mengenai pembuatan video. Mungkin karena memang acaranya Telkomsel--yang merupakan salah satu provider di Indonesia, sebagai sarana promosi dan peluang pasar dari anak muda yang sekarang kebanyakan tertarik dengan vlog dan pembuatan video--sehingga Pandji memberikan materi tentang tips dalam pembuatan video.

Angan-angin

Angan-angin : Purnama Dalam hidupku seketika taman kota bukan sekedar tempat merangkai kata, karena di sana pernah ada kita. Kau tahu, merangkai kata tak pernah seindah merangkul kita. Dan sayangnya kasih kita tak pernah lebih baik dari kisah dalam kata. Jarak di antara kita memberi ruang kepada hatiku untuk meraung; Bercerita tentang derita, kadang-kadang tentang gembira. Jemariku berlari, menari di atas kertas. Menggurat batas yang tak mampu tuk ditebas. Ah, gusar yang membakar Anganku hangus dan hilang digerus angin.

Fiersa Besari - Melangkah Tanpamu | Penyesalan dan Rindu

Gambar
Fiersa Besari - Melangkah tanpamu Pagi mengetuk mata Menamatkan sang mimpi Dan satu malaikat Dan tertinggal di sini Apa yang tlah ku perbuat Menghancurkan semuanya Satu khilaf berbisik Dua hati terpecah Adakah jalan pulang untukku Aku yang bodoh melepasmu Hal terbaik yang pernah ada Dihidupku kini aku tak tahu Bagaimana cara, melangkah tanpamu

Oh, Ini Bulan Juni?

Gambar
Katanya mau aktif lagi, tapi kok gak ada tulisan baru di blog? Mana curhatnya? Mana ceritanya? Di atas adalah beberapa pertanyaan yang aku ajukan pada diriku sendiri. Dan akhirnya aku sadar :  Oh, Ini bulan Juni? Berarti sudah tiga bulan aku belum memposting sesuatu yang baru di blog ini. Maka, tak bosan aku bertanya : Apa kabar? Hm, apa yang perlu aku tuliskan di postingan kali ini ya? Oh, mungkin ini : Bulan Juni.

Pada Suatu Hujan

Pada Suatu Hujan Pada suatu hujan, sepasang kekasih berpegangan tangan saling menghangatkan satu sama lain. Bercanda di pinggir toko menunggu hujan reda. Si wanita mengelap air hujan yang mengalir di pipi si lelaki. Aku belum pernah seperti itu. Pada suatu hujan, seorang wanita berjalan menerobos hujan dengan tas tangannya di kepala. Ia sudah pasrah terhadap hujan, ia biarkan tubuh dan pakaiannya basah oleh hujan. Wanita yang lain lagi berlari padahal memakai payung, ia tak rela basah oleh hujan. Ada seorang spesial yang harus ditemuinya. Pasrah dan tak rela basah oleh hujan, aku pernah seperti itu. Pada suatu hujan, sebuah konser dilangsungkan. Seorang lelaki menatap panggung melihat kekasihnya tampil dalam paduan suara dan setelah selesai terus menatap backstage mencari sosok kekasihnya. Akulah lelaki itu--tapi wanita itu bukan kekasihku. Pada suatu hujan, di bawah payung berwarna biru sambil diiringi lagu dari sebuah band kenamaan yang anggotanya mulai menua, sepas...

Balon Hitam

Gambar
Cerita baru. Cerpen untuk hari perdana absen=karya di ekskul Sanggar Sastra yang ku-ketua-i. Dibuat dalam hitungan beberapa jam tadi siang. Lalu diketik ulang dengan sedikit-banyak pengeditan. -Hope you love it! Balon Hitam Sejak kecil aku menyukai balon. Balon warna-warni : merah, biru, kuning, pink, hijau, perak, putih, bahkan polkadot apapun. Dulu ada seorang bapak, dia menjual balon helium warna-warni dengan menggunakan sepeda. Ia mengayuh sepedanya seharian menjajakan balonnya kesana-kemari. Setiap sore Bapak Penjual Balon itu berjualan di lapangan dekat rumahku. Harganya yang murah—tidak lebih dari 5000 rupiah (aku tidak ingat pastinya)—membuat aku membelinya hampir setiap hari. Kenapa aku menyukai balon? Tidak tahu. Lucu saja. Seorang gadis menyukai apapun yang terlihat lucu dan imut bukan? Belakangan aku bertanya pada kawan-kawanku dulu yang juga suka balon, mereka berkata lucu saja melihat bentuk balon yang bulat atau lonjong bahkan berbentuk tokoh kartu...

Call-I-The-Scope

Gambar
Hm Tunggu Ah, okay.. Arghhh *mikirkeras* Sial, lupa Gitulah gue pas mikirin tentang setahun kemarin. Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. 12 bulan dalam setahun. Banyak hal yang terjadi. Berhubung gue gak bisa nginget banyak hal yang terjadi, akhirnya bakal gue rangkum aja.