Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Ini Jam Dua Pagi, Belum Waktunya Mati

Saya sudah cukup lama tidak menulis. Dulu, saya mulai menulis sebab saya merasa menulis bisa menjadi terapi yang baik. Menulis nyatanya membantu saya untuk jujur terhadap diri sendiri. Menulis di blog seperti ini memang dilematis. Tentu, bagaimana jika suatu waktu saya terkenal dan seseorang menemukan tulisan ini dan mempostingnya di twitter, "Wow, @critcit01 dulu ternyata insecure begini ya?" sambil melampirkan screenshoot tulisan ini. Tidak apa. Suatu waktu mungkin saya akan menghapus blog ini, atau tidak. Mungkin saya akan mengarsipkannya suatu waktu nanti. Pertanyaannya, waktu seperti apa yang tepat untuk mengarsipkan catatan-catatan pribadi ini? [saya jeda menulis selama sepuluh detik] Baik. Nanti saja saya pikirkan. Untuk saat ini, saya hanya perlu mengeluarkan semua yang ada di kepala.   Saat ini seharusnya saya menggosok gigi lalu bergegas tidur, atau setidaknya membaca puisi yang dipercayakan seseorang untuk saya kurasi. Naif saya kira, sebab puisi saya sebetulnya be...