Angan-angin
Angan-angin : Purnama Dalam hidupku seketika taman kota bukan sekedar tempat merangkai kata, karena di sana pernah ada kita. Kau tahu, merangkai kata tak pernah seindah merangkul kita. Dan sayangnya kasih kita tak pernah lebih baik dari kisah dalam kata. Jarak di antara kita memberi ruang kepada hatiku untuk meraung; Bercerita tentang derita, kadang-kadang tentang gembira. Jemariku berlari, menari di atas kertas. Menggurat batas yang tak mampu tuk ditebas. Ah, gusar yang membakar Anganku hangus dan hilang digerus angin.