Fiersa Besari - Melangkah Tanpamu | Penyesalan dan Rindu

Fiersa Besari - Melangkah tanpamu

Pagi mengetuk mata
Menamatkan sang mimpi
Dan satu malaikat
Dan tertinggal di sini

Apa yang tlah ku perbuat
Menghancurkan semuanya
Satu khilaf berbisik
Dua hati terpecah

Adakah jalan pulang untukku


Aku yang bodoh melepasmu
Hal terbaik yang pernah ada
Dihidupku kini aku tak tahu
Bagaimana cara, melangkah tanpamu





Terhempas tak membekas
Bisu dan air mata
Maaf tidak berguna
Rapuhku tanpa arah

Adakah jalan pulang untukku

Aku yang bodoh melepasmu
Hal terbaik yang pernah ada
Dihidupku kini aku tak tahu
Bagaimana cara, melangkah tanpamu


Retak menyisakan
Jejak tak terhapus
Di mana kau kini
Sungguh aku rindu

...rindu!






Lagu dari bung Fiersa Besari ini tentulah bikin baper. Apalagi covernya dari Aksara Nada dengan versi yang lebih sendu.

Sejak pertama kali mendengar lagu ini aku sudah bisa mengerti bahwa lagu ini bercerita tentang penyesalan telah melepas seseorang yang bisa dibilang sebagai 'hal terbaik yang pernah ada' dalam hidup si tokoh dalam lagu. Dan berujung pada si tokoh utama yang merindu.

Fiersa besari ini (yang aku tahu) adalah seorang musisi indie dari Bandung yang juga menyukai sastra. Dia adalah pendiri Pecandu Buku. Pertama kali aku mengenal karyanya adalah saat aku mendengarkan radio 93.2 NBS FM, dan diputarlah lagu Fiersa Besari dengan judul Juara Kedua. Menarik, pikirku. Isenglah kuketik liriknya di google karena aku tak tahu judul dan musisinya saat itu.

Iseng, aku mencari Fiersa Besari di youtube dan aku mendapat beberapa lagu lainnya, antaranya Celengan Rindu. Ternyata lagu-lagunya memang tentang cinta. Hingga akhirnya kucari Soundcloudnya dan kudapati koleksi lagu-lagu buatannya.

Lagu ini (menurutku) sejujurnya cocok bagi mereka yang (bisa dibilang) gagal move on. Ah, apalagi yang mesti ditulis. Dengarkan, resapi. Selanjutnya terserah. Mungkin :
1. Menelpon mantan lalu mengajak balikan. Tapi urung.
2. Stalking mantan dan sadar mantan sudah jadian dengan orang lain.
3. Tutup blog ini sambil merutuk, "Yang nulis sialan."
Ya, terserah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Call-I-The-Scope