Quo Vadis

Sudah dua jam kota ini diguyur rindu
entah rindu siapa saja
entah untuk siapa saja
tapi salah satunya rinduku; untukmu

Aku duduk menggigit pulpen
di atas sana Vivaldi
sedang bermain 
Le quattro stagioni;
di depan sana guru biologi berbicara
soal persilangan:
persilangan rindu, aku dengan kamu
--ah, semoga kau juga merinduku

Di trotoar yang basah oleh rindu
ku lihat sepasang kekasih berduaan
di bawah payung:
berpegangan tangan saling
menghangatkan
Aku tersenyum melihat mereka.
Kapan kita seperti itu?

Sudah tiga jam kota ini diguyur rindu
bukan, bukan tiga jam rupanya
sudah tiga minggu kota ini diguyur rindu
--mungkin ini semua rinduku;
tiga minggu sejak kepergianmu
­

28 Oktober 2016
Sumpah Pemuda (ini sedang merindu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Call-I-The-Scope