Hujan
Puisiku tak pernah selesai.
Ia melarut dalam genangan hujan
pada sudut-sudut ingatan.
Menguap dan menggumpal
menjadi sebuah awan kelabu
di langit-langit hati, untuk
kemudian luruh kembali.
Ia melarut dalam genangan hujan
pada sudut-sudut ingatan.
Menguap dan menggumpal
menjadi sebuah awan kelabu
di langit-langit hati, untuk
kemudian luruh kembali.
Komentar
Posting Komentar