Adalah Aku yang Menjadi Aku (?)
Ada seseorang berkata, “Selalu suka dengan stasiun. Mungkin di kehidupan sebelumnya aku sering berada di sini.”.
Aku kemudian terpikir--terlepas aku percaya atau tidak kehidupan sebelum dan sesudah yang kujalani ini ada atau tidak--di kehidupan sebelum sekarang, aku menjadi siapa? Maksudku, kalau reinkarnasi adalah selalu menjadi manusia kembali, berarti aku menjadi siapa di kehidupanku sebelumnya?
Beberapa kali aku menemukan orang-orang terkenal yang “katanya” reinkarnasi seseorang hebat lainnya sebelum orang itu. Berdasarkan pada kemiripan wajah dan kecocokan antara tanggal kematian dan tanggal kelahiran, lahirlah spekulasi tersebut.
Kira-kira siapa ya yang meninggal di tanggal aku dilahirkan? Menjadi sebagai apa dan siapakah aku saat itu? Atau jika mengingat akan perkataan seseorang itu, sering berada di manakah aku di kehidupanku sebelumnya? Atau kira-kira bagaimana kehidupanku sebelumnya?
Coba aku pikir. Aku suka berada di taman, di antara rumput yang meranggas hijau dan pohonan yang merindang. Aku suka buah apel. Aku suka hujan. Aku suka kucing. Aku suka pada seseorang yang kemudian entah, malah menjauh dariku. Tapi aku juga lebih suka pada seseorang yang sampai sekarang masih dekat dengaku, tapi terlalu dekat sampai aku pun bingung soal perasaanku--oya, seorang kakek dari film Pengabdi Setan berkata, “Saya dulu teman nenek kamu sewaktu sekolah. Tapi karena terlalu dekat, kami tidak pacaran.”. Lalu kenapa dari sebuah film horor yang aku ingat malah sebuah quote nostalgik seperti itu?
Seandainya aku di masa sekarang adalah hasil dari aku di masa lalu, maka bagaimana menyimpulkannya. Apakah aku di kehidupan sebelumnya justru bertentangan dengan kesemua deskripsiku tadi sehingga aku adalah orang yang berbeda 180 derajat dengan aku sekarang? Atau aku di masa sebelumnya memang adalah seperti aku sekarang ini, dengan segala kesukaanku yang sedikit demi sedikit mengalami improvisasi. Entahlah aku tak paham.
Atau siapa tau aku di masa sebelumnya memang tidak pernah ada? Adalah aku si aku yang sekarang ini. Atau bagaimana?
Oh aku teringat sebuah cerita, entah dari mana. Dikatakan dalam kisah itu, “Kita adalah reinkarnasi dari setiap orang.” Maksudnya begini. Di kisah itu diceritakan bahwa kamu adalah kamu seorang di muka bumi, kemudian kamu bereinkarnasi menjadi dua orang yang berbeda, begitu seterusnya, seterusnya dan seterusnya, sampai akhirnya sekarang manusia ada sebanyak ini di dunia.
Seandainya yang terjadi adalah begitu. Maka orang yang aku benci sekarang--aku tak tahu benci siapa--adalah diriku sendiri, orang yang aku cintai sekarang juga adalah diriku sendiri, orang yang menjadi sahabatku sekarang juga adalah diriku sendiri, bahkan ibu kosanku juga adalah diriku sendiri, sampai-sampai orangtuaku adalah diriku sendiri. Jadi, berarti aku cuma sendiri?
Di bentangan dunia yang luas ini, yang mengisi hanyalah aku sendiri? Entahlah. Tapi maksud cerita itu memang seperti itu. Dan sejauh yang aku tau amanat cerita tersebut memang, “Setiap manusia di bumi itu diri kamu sendiri, makanya kamu harus baik ke setiap orang. Karena setiap orang adalah diri kamu sendiri, maka baik ke setiap orang adalah baik kepada diri kamu sendiri.”.
Entahlah. Tapi seandainya aku di kehidupan selanjutnya memang ada dan dihasilkan dari apa dan siapa aku di kehidupanku sekarang ini, maka kiranya aku harus bagaimana? Berbuat apa ya? Tapi kalau memang aku akan menjelma aku yang lain dan aku akan bertemu aku sendiri seperti di cerita itu, maka sepertinya aku harus menjadi orang baik dan berbuat baik pada diriku sendiri--yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar