Self-criticism
Saya kira saya sempat membaca soal self-criticism beberapa waktu lalu, entah di mana. Sebentar, saya cari dulu.
Seingat saya ada di sini.
[membuka instagram]
Ah, iya.
Baik, saya akan memutar lagu Kunto Aji yang berjudul Rehat.
[membuka google, mengetik, "rehat kunto aji", lalu mengklik video berjudul "Kunto Aji - Rehat (Official Audio)"]
[di menit 1:39 video musik]
Begini. Coba kamu tengok post instagram ini mengenai self-criticism.
Saya kira, kekhawatiran serta keragu-raguanmu dalam bertindak itu diakibatkan oleh hal ini. Kamu terlalu keras mengkritik dirimu sendiri. Beruntungnya, post instagram satu ini memberikan solusi atas hal itu; self-compassion. Apa itu, saya juga tidak tahu, hanya pernah dengar. Tapi, mari berjanji. Kita akan mencari tahu hal apakah itu, juga mencari tahu apakah hal itu dapat membantumu.
Saat ini, aku tahu aku sedang mengkritik kita. Tapi tidak apa-apa, semua ini bukan salahmu.
[membuka instagram beberapa waktu setelah mengunggah tulisan ini]
Ya. Baiklah.
Seingat saya ada di sini.
[membuka instagram]
Ah, iya.
Baik, saya akan memutar lagu Kunto Aji yang berjudul Rehat.
[membuka google, mengetik, "rehat kunto aji", lalu mengklik video berjudul "Kunto Aji - Rehat (Official Audio)"]
[berdiam diri, musik terdengar dari speaker]
[di menit 1:39 video musik]
Begini. Coba kamu tengok post instagram ini mengenai self-criticism.
Saya kira, kekhawatiran serta keragu-raguanmu dalam bertindak itu diakibatkan oleh hal ini. Kamu terlalu keras mengkritik dirimu sendiri. Beruntungnya, post instagram satu ini memberikan solusi atas hal itu; self-compassion. Apa itu, saya juga tidak tahu, hanya pernah dengar. Tapi, mari berjanji. Kita akan mencari tahu hal apakah itu, juga mencari tahu apakah hal itu dapat membantumu.
Saat ini, aku tahu aku sedang mengkritik kita. Tapi tidak apa-apa, semua ini bukan salahmu.
[membuka instagram beberapa waktu setelah mengunggah tulisan ini]
Ya. Baiklah.
Komentar
Posting Komentar