Seandainya Semua Ini Selesai, Kira-kira Kamu Mau Pergi Ke Mana?
"Kak, nanti Juli atau Agustus aku mau ke Jogja," katanya di Whatsapp.
Aku skeptis. Apa iya nanti setelah Juli segala hal-perihal pandemi yang menyebalkan ini sudah selesai?
"Mau jalan-jalan," katanya sewaktu kutanya mau apa.
Dia tidak secara langsung menyebut ingin kutemani, tapi dengan dia bilang begitu, aku paham maksudnya--karena kira-kira siapa lagi yang bisa dia ajak jalan-jalan di Jogja? Dia bukan orang Jogja, juga gak kuliah di sana. Jadi, aku ladeni pertanyaannya soal tiket kereta Bandung-Jogja, penginapan, dan tempat mana saja yang harus dikunjungi nanti. Aku jarang main atau jalan-jalan juga di Jogja, aku tidak tau banyak tempat. Tapi seandainya dia jadi berangkat, aku sudah punya beberapa tempat yang akan kusarankan nanti.
Percakapan itu membuatku bertanya juga. Seandainya semua ini selesai, kira-kira kamu mau pergi ke mana? Tempat apa yang ingin kamu kunjungi?
Terlepas dari skeptisku pandemi ini sebentar lagi selesai di Indonesia, mungkin berangan untuk pergi ke suatu tempat seandainya ini semua selesai bisa memberi tambahan semangat untuk hidup lebih lama lagi--melihat bagaimana pandemi ini ditangani dan apa saja yang terjadi di antaranya benar-benar membuatku ingin mati.
Semenjak SMA--setidaknya semenjak gaya hidup travelling mulai tren--aku sering berpikiran untuk pergi jauh. Ke kota orang, ke tempat yang belum pernah kupijak sama sekali. Di ujung SMA aku beberapa kali melakukannya walau cuma pergi ke arah Tangerang--ke rumah nenek--setidaknya aku sering berkeliling sendiri ke tempat di antaranya. Agak sulit memang, apalagi dipenuhi rasa curiga dan perasaan awas karena pergi ke lingkungan yang asing.
Awal kuliah pun begitu, aku selalu ingin pergi ke kota-kota lain. Namun, entah karena tidak ada semangat, tidak ada uang, kegagalanku mengatur waktu, atau malas karena tidak ada teman untuk diajak pergi; seringnya sih niat itu urung. Belakangan aku mulai tergerak lagi sewaktu melihat seorang teman yang sudah lulus duluan, pergi ke Cianjur atau ke daerah-daerah pelosok di Kabupaten Sukabumi. Melihat bagaimana dia pergi melakukan "ekspedisi" ke lahan-lahan pertanian membuatku ingin pergi juga.
Temanku yang itu juga pernah bercerita sesuatu soal melatih diri--ada entah lembaga keagamaan atau apa yang melakukan, aku lupa ceritanya--dengan berjalan kaki beratus kilometer tanpa bekal sedikitpun. Yang dapat diandalkan hanya diri sendiri dan kebaikan orang-orang yang ditemui di jalan. Dia bilang sebuah cara pendewasaan dan pelatihan diri yang bagus, dan agaknya aku setuju.
Aku dulu berpikir bepergian mungkin salah satu cara yang baik untuk menguasai dan mengenal diri. Semisal waktu kemarin aku tersesat di Tanah Abang, kebingungan karena KRL ke arah Tangerang tidak beroperasi akibat rel terendam banjir. Hari sudah terlalu sore, dan ketidaktahuan akan alternatif lain itu membuatku benar-benar deg-degan memikirkan kalau aku tidak sampai ke Tangerang. Masalahnya saat itu aku sudah bertanya ke banyak orang, termasuk petugas dishub, tapi semuanya tidak tahu bagaimana cara ke Tangerang. Akhirnya dengan sisa baterai hp yang tinggal sedikit, aku telepon sepupuku. Aku pergi ke Slipi, menunggu bus, dan satu jam kemudian aku sampai di Tangerang.
Jadi, seandainya semua ini selesai, tempat mana yang ingin kukunjungi? Jawabannya adalah Bali. Terdengar agak basic untuk menjadi tujuan travelling, tapi aku akan pergi ke sana bukan untuk melihat pantai, atau wisatanya--setidaknya itu hal terakhir yang akan kulakukan. Aku akan pergi ke sana untuk napak tilas. Begini, orang tuaku dulu bertemu di sana, pacaran, menikah, dan berumah tangga sebelum akhirnya pindah ke Sukabumi dan aku lahir. Kedua kakakku lahir di sana, dan yang pertama dikubur di sana. Aku tidak pernah bertemu kakak pertamaku itu karena dia meninggal beberapa hari setelah lahir. Aku ingin melayatnya.
Semoga semua ini segera selesai dan aku bisa benar-benar pergi ke sana. Sementara menunggu, ada baiknya aku mulai mencari tahu apa saja yang perlu disiapkan. Sembari bersusah-payah mengerjakan tugas akhir, ada baiknya aku jadikan itu sebagai reward setelah lulus nanti.
Komentar
Posting Komentar