Hujan 111 | Jurnal Hujan -- Aku Depresi, Hehe

Hujan 111
Hujan 55 di semester ini. 17 Mei 2018.


THIS POST IS LIKE A DRAMA SHIT


Persetan sekarang tanggal 20, bukan tanggal 17. Aku selalu tidak tepat waktu menulis jurnal ini di hari hujan turun. Tapi itu bukan masalah besar aku kira.

Ada jeda yang lumayan antara hujan ke-53 dan 54. Hujan ke-53 terjadi tanggal 25 April dan hujan ke-54 terjadi tanggal 16 Mei, sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tapi di antara jeda itu ada hujan lain, hujan abu. Gunung Merapi mengalami erupsi freatik. Entah erupsi apalah itu, tapi pagi itu aku bangun pukul lima dan melihat kepul awan di atas Merapi. Mungkin itu hanya awan biasa, karena erupsi terjadi sekitar pukul delapan pagi katanya. Tapi yang pasti aku kaget saat tahu Merapi erupsi.

Oke erupsi Merapi is not a big deal dalam tulisan ini. Dan hal-hal lain yang terjadi di antara tulisan jurnal terakhir dengan jurnal ini kiranya tidak pernah terlalu penting dari fakta bahwa aku masih hidup dan menulis jurnal ini lagi. NO! Aku tidak mengalami kecelakaan atau hal-hal mendebarkan apapun yang hampir merenggut nyawa di antara rentang waktu itu. Aku melewatkan beberapa event seperti upgrading tim mobil listrik Yacaranda, but biasa aja. Upgradingnya seru sebetulnya dan gak ada sesuatu yang berlebihan--cuma push up pagi-pagi jam tiga.

Aku depresi. Itu yang menjadi penting di antara rentang waktu itu dan di dalam tulisan ini. Belum, aku belum menemui psikiater, dan aku pernah membaca kalau aku tidak bisa mendiagnosa dan menentukan bahwa aku mengalami sebuah gangguan kejiwaan atau apa oleh diriku sendiri. Tapi jika melihat artinya dalam KBBI :
 2 Psi gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan);
aku  kira iya, itu yang aku alami. Aku merasa 'merosot'. Feelin' down, dan inilah yang akan terjadi ketika aku merasa down atau sejenisnya. Ya, keminggris. It's kinda weird isn't it? What a weirdo.

Apa hal yang selalu orang-orang depresi pikirkan? Mengakhiri hidup. Oh what a dramatic thing. And I do. Bukan hanya dalam rentang waktu jurnal ini. Tapi semenjak SMA. Okay, mungkin aku memang harus mencari psikiater. Namun, tahukah, setiap kali aku benar-benar berpikir aku butuh psikiater, tak lama kemudian aku 'sembuh'. Sehingga aku tidak jadi mencari psikiater.

Oya. Iya, aku dengan isengnya--aku memikirkan bunuh diri sambil bercanda dengan diri, tidak sekelam itu. Aku dengan isengnya berpikir, "Hei, kita lihat apa yang google berikan kalau kita ketik 'suicide' pada kolom pencarian." Some of my friends shocked when they know it. Iya, mereka benar-benar sudah berpikir sampai, "Jangan bilang kalau kamu mau mengakhiri hidup kamu sekarang di kamar kosan?!"

Aku tidak akan. Hampir dua semester aku kuliah di sini, dan di semester satu kemarin ada kejadian heboh. Seorang mahasiswa kalau tidak salah kehutanan ditemukan tewas gantung diri di kosan. Menakutkan bukan? Namun bukan. Kalau dikira kuliah di sini seberat itu sehingga ada beberapa orang yang ingin bunuh diri, kiranya bukan karena itu. Setidaknya bagiku. Aku yakin penyebabnya bukan itu. I still can handle it kalau soal kuliah.

Untungnya saja hasil teratas dari google bukanlah how to. Namun video ini, dibuat oleh Logan Paul--iya, dia orang yang buruk. Aku baru tau setelah mencari tahu kenapa dia bikin video itu.



Di video itu aku tahu bahwa setiap detik ada sekitar empat puluh orang yang bunuh diri. Wow. Di video itu juga ada wawancara dengan seorang penyintas yang selamat setelah mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan (apa itu). Dia bilang, "Setiap detik setelah itu adalah instant regret." kira-kira seperti itu.

Lalu aku bertemu beberapa video lain dari hasil pencarian google itu dan dari saran-saran video yang muncul di youtube. Ada sebuah playlist dari BuzzFedd Video yang berjudul Moving On, berisi enam video yang isinya mengenai mental illness. Bahkan di awal video sudah diperingatkan bahwa isi videonya memang berisi hal-hal seperti itu. Di episode 1 diperlihatkan seorang pria yang mencoba bunuh diri. I was shocked when watching it. Darn!


Begitulah. Aku masih bisa bertahan dengan semua ini. Masih berharap aku benar-benar bisa bertahan.

Hal lain yang shocking bagiku adalah ketika mengetikkan  'how to deal with' pada google, karena hasilnya adalah :


Hehehe. Isinya gituan semua anjir.

Disebutkan dalam artikel dari Tirto.id yang berjudul Menteri Kesepian Inggris Bongkar Keterasingan Kronis Manusia Modern, bahwa : Penelitian Massachussett Institute of Technology dua tahun lalu mengungkapkan bahwa bagian otak yang membangkitkan rasa sepi, “dorsal raphe nucleus”, juga bertanggung jawab untuk rasa depresi. Sementara riset lain mengungkapkan individu dengan koneksi sosial lemah rawan kena gangguan pola tidur, perubahan sistem kekebalan tubuh, peradangan, dan peningkatan kadar hormon stres.

Intinya adalah kesepian. Begitu katanya. Aku memang kadang merasa kesepian, tapi aku juga suka menyendiri sebagai recovery setelah berhubungan dengan banyak orang. Hahah paradoks apaan dah, gak jelas. Makanya masih di artikel itu juga diceritakan bahwa di Inggris ada Menteri Kesepian yang menangani masalah itu. Persetan pembangunan infrastruktur, kalau ada capres yang nawarin bakal ada Menteri Kesepian di kabinetnya yang menangani masalah depresi, aku bakal milih dia.



Ah... Menulis masih bisa menjadi pelarian buatku. Sekarang pukul 2.29 dini hari. Apa yang membuat aku menulis ini adalah karena aku sejak sekitar pukul sembilan tadi tiba-tiba merasa down for no reason. Then I crying for no reason while lagu Take On Me dari aha versi live MTv Unplugged yang dipakai buat salah satu adegan Deadpool 2 diputar di laptop. Oops! Maaf spoiler dikit. HEHE.

Bentar lagi sahur. Aku mau mencuci buah apel. Swaragama sedang memutarkan lagu Twenty One Pilots - Ride.

I've been thinking too much (Help me)
I've been thinking too much (Help me)
I've been thinking too much (I've been thinking too much)
I've been thinking too much (Help me)
I've been thinking too much (I've been thinking too much)
I've been thinking too much (I've been thinking too much)
Help me

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Call-I-The-Scope