Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jurnal Hujan

Hujan 246 | Jurnal Hujan -- Mubes Balairung, B21, dan Orang-orangnya

Jurnal Hujan | Hujan 246 | Hujan 24 di Semester Lima ditulis sekitar pukul 01.30 hingga sekitar 02.30; nanti siang UAS dan aku belum belajar Musim hujan tiba. Musim hujan kali ini datang terlambat, pun jumlah hujan yang kualami semester ini adalah yang paling sedikit di antara lima semester yang telah kulewati di Jogja [1] . Cuaca makin tidak jelas—tidak dapat diprediksi kadang. Salah seorang teman pernah bilang hal ini terjadi karena hilangnya hutan hujan di Sumatera [2] . Aku lupa bagaimana korelasi antara hilangnya hutan hujan dengan cuaca yang semakin tidak menentu, tapi hujan ini punya korelasi denganku. Pada hari kedua mubes, tanggal 6 Desember, aku pergi karena aku merasa perlu pergi dari mubes dan pulang ke kosan. Menyendiri. Iya, mungkin aku se-introvert itu sampai bisa sebegitu lelahnya bersama orang-orang meski baru satu hari satu malam. Atau mungkin ini ada hubungan dengan hal-hal yang pernah kulalui di masa lalu, misalnya kehilangan—kontak—dengan sahabat-sahabat lam...

Hujan 131 | Jurnal Hujan -- Aku dan Segala yang Berkecamuk di Aku

Hujan 131 Hujan 15 di semester ini. 20 Oktober 2018.   Akhirnya, tulisan Jurnal Hujan semester ini. Semester ini memang seret hujan. UTS lewat dan hujan yang terhitung baru lima belas. Setelah empat belas hujan lainnya, aku memutuskan menulis--atau akhirnya mau menulis. Entah, sejauh semester ini rasanya biasa-biasa saja. Mungkin ada beberapa kejadian yang membuat aku terpuruk--stres atau sebagainya, depresi--tapi mungkin aku sedikit atau sudah lupa. Paling-paling di episode depresi lainnya hal-hal tersebut muncul. Hal seperti itu yang paling aku benci dari terpuruk. Saat memikirkan hal-hal buruk, apalagi ketika depresi, rasanya semuanya naik ke permukaan. Tiba-tiba pikiran-pikiran itu menemukan jalannya kembali dan merasukiku. Oya, FYI , saat aku mengetik ini, hari senin tanggal 22 oktober 2018, aku belum tidur. Sedari kemarin aku seperti ini. Aku memang punya masalah dengan tidur. Aku bukan morning person, orang-orang pun tahu. Kadang aku bahkan merindukan makan bubur...

Hujan 111 | Jurnal Hujan -- Aku Depresi, Hehe

Gambar
Hujan 111 Hujan 55 di semester ini. 17 Mei 2018. THIS POST IS LIKE A DRAMA SHIT Persetan sekarang tanggal 20, bukan tanggal 17. Aku selalu tidak tepat waktu menulis jurnal ini di hari hujan turun. Tapi itu bukan masalah besar aku kira. Ada jeda yang lumayan antara hujan ke-53 dan 54. Hujan ke-53 terjadi tanggal 25 April dan hujan ke-54 terjadi tanggal 16 Mei, sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tapi di antara jeda itu ada hujan lain, hujan abu. Gunung Merapi mengalami erupsi freatik. Entah erupsi apalah itu, tapi pagi itu aku bangun pukul lima dan melihat kepul awan di atas Merapi. Mungkin itu hanya awan biasa, karena erupsi terjadi sekitar pukul delapan pagi katanya. Tapi yang pasti aku kaget saat tahu Merapi erupsi. Oke erupsi Merapi is not a big deal  dalam tulisan ini. Dan hal-hal lain yang terjadi di antara tulisan jurnal terakhir dengan jurnal ini kiranya tidak pernah terlalu penting dari fakta bahwa aku masih hidup dan menulis jurnal ini lagi. NO! Aku tidak m...

Hujan 100 | Jurnal Hujan -- Sukabumi Sedang Hujan

Hujan 100 Hujan 44 di semester dua. 9 April 2018. Ditulis 10 April 2018. Hari ini tidak hujan--kalau tidak salah. Aku kelupaan alias tidak menyadari bahwa sore hari menjelang malam kemarin terjadi hujan. Padahal ketika aku keluar mencari makan malam, jalanan becek dan sendalku basah. Aku kembali ke kosan lalu membaca pesan masuk di Line dari seorang adik kelas di Sukabumi yang berkunjung ke blog ini, dikatakannya, "Lucu ya, curhatnya Jurnal Hujan." dan Sukabumi sedang hujan dan aku balas, "Jogja masih belum hujan; aku udah pengen nulis padahal.". Tidak lama setelah itu aku baru sadar kalau Jogja baru saja hujan. Aku baru kembali setelah seminggu di Sukabumi, maklum kalau lupa-tidak sadar hujan di sini biasa aku ingat dan aku catat. Sukabumi sedang hujan. Kembali ke Sukabumi selalu berhasil memberikan banyak kejutan-kejutan baru bagiku. Setelah menjalani UTS dan minggu sebelumnya yang melelahkan, aku memutuskan pulang seminggu ke Sukabumi; memanfaatkan ...

Hujan 94 | Jurnal Hujan -- Menjadi 19

Hujan 94 Hujan 38 di semester dua. 23 Maret 2018. How many roads must a man walk down Before you call him a man? Hujan hari ini hanya sebentar. Malam saat aku pulang dari tempat laundry. Empat hari lalu, dua hari sebelum aku resmi berusia 19 tahun, aku membaca artikel Petuah Album Debut Bob Dylan . Disebutkan bahwa di usia 20 tahun Bob Dylan sudah kontrak rekaman dengan Leeds Music Publishing. Dari sana kemudian akhirnya ia bisa mendapat kontrak dengan Columbia Records. Bob Dylan sendiri adalah seorang musisi folk Amerika yang pada tahun 2016 memenangi nobel sastra. Aku menyukai beberapa lagunya seperti Blowin' In The Wind dan Make You Feel My Love. Seandainya usia 20 adalah titik yang juga akan membawa aku menjadi seseorang yang penting dan berarti di masa depan, maka sisa waktu yang aku miliki tinggal setahun kurang dua hari saat aku menulis ini. Maka dalam waktu setahun kurang ini aku harus lebih berupaya mewujudkan hal-hal yang sudah lama ingin aku wujudkan tap...

Hujan 92 | Jurnal Hujan -- Butuh Pulang

Hujan 92 Hujan 36 di semester dua. 18 Maret 2018. Hari ini hujan seharian lagi dan aku tidur seharian lagi. Entah kenapa rasanya dua hari ini aku malas. Inginnya tiduran, tidur dan dengerin radio. Argh. Rasanya aku lelah, tapi entah kenapa. Tidak jelas. Tidur jam tiga pagi, bangun kesiangan, siang-sore ketiduran; ke luar kosan cuma nyari makan dan balik lagi ke kamar. Sebentar lagi UTS. Setelahnya kira-kira ada libur seminggu. Aku sudah berencan mau pulang. Tapi malahan aku menjadi tidak sabar untuk pulang. Mungkin itu yang membuat aku malas-malasan. Aku butuh istirahat. Butuh kembali ke rumah meski sejenak. Meski cuma seminggu kurang. Meski di rumah pun mungkin aku cuma berdiam diri di rumah. Apalagi kemarin aku baru membeli tiket kereta untuk pulang mudik lebaran nanti. Begini rupanya merasakan hype-nya mudik. Harus pesan tiket sejak tiga bulan sebelumnya. Dan akhirnya aku dapat tiket pulang tanggal 13 Juni. H-2 Lebaran. Waktu sampai di rumah mungkin sudah H-1 lebaran. M...

Hujan 91 | Jurnal Hujan -- Kesempatan

Hujan 91 Hujan 35 di semester dua. 17 Maret 2018. Hari ini hujan seharian dan aku tidur seharian. Jurnal hujan sebelumnya aku tulis waktu hujan ke-32. Berarti sudah terlewat dua hujan lainnya dan aku baru menulis lagi. Tidak ada alasan apa-apa, mungkin karena baru sempat. Juga hari ini akhirnya jadi hari yang nyantai gara-gara hujan. Aku cuma keluar dari lingkungan kosan sekali, waktu siang, cari makan. Sekarang pukul 19.15. Hujan deras lagi dan aku kelaparan. Belakangan aku cuma makan dua kali setiap hari. Bukan maksud mendramatisir kehidupan mahasiswa ngekos, tapi nyatanya memang hal ini terjadi juga padaku. Seorang kakak tingkat dari tempatku, Sukabumi pernah bilang di awal masa kuliah : "Urang mah dahar ngan dua kali unggal poe." (Aku makan cuma dua kali tiap hari). Lalu hal itu memang terjadi juga padaku. Bukan karena aku menghemat secara ekstrim. Karena buktinya berat badan aku malah bertambah. Tapi karena memang sempatnya cuma makan dua kali. Menyempatkan...

Hujan 88 | Jurnal Hujan -- Awal

Hujan 88 Hujan 32 di semester dua. 9 Maret 2018. Hujannya terjadi kemarin. Tapi aku baru tulis sekarang, 10 Maret 2018. Sebelum pindah ke Yogyakarta untuk melanjutkan studi, aku menonton film berjudul (500) Days Of Summer. And I like that movie. Ketika sudah sampai di Yogya, ketika pertama kalinya merasakan hujan di sini, di tanah perantauan, aku belum terpikir untuk menghitung hari hujan yang aku lewati. Baru kalau tidak salah pada hari keenam terpikir untuk mencatat jumlah hari hujan yang telah aku lewati. Nothing special. Tapi sesuatu kadang harus dibuat seolah-olah istimewa. Aku entah untuk alasan apa--mungkin hanya meromantisir dan mendramatisir--menghitung jumlah hari hujan sampai saat ini. Hasilnya per tanggal 22 Des 17 (Semester 1) telah terjadi 56 hari hujan yang aku rasa dan hitung, itu pun kalau perhitungannya tidak meleset. Dan per tanggal 10 Maret hari ini, di semester dua, telah terjadi 32 hari hujan yang aku lalui. Di waktu awal pindah, aku sungguh ingin mem...